Search
  • Nova Trianto

Batik Seroja Dara, Terinspirasi Dari Keindahan Tanaman

Updated: Oct 23, 2019



Batik, merupakan Warisan Budaya Tak Benda milik Indonesia yang sudah diakui oleh Unesco pada tahun 2009, batik sendiri menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Sejalan dengan perkembangan nilai sosial dan budaya bangsa Indonesia, batik tumbuh dan berkembang menjadi kekayaan nasional bernilai tinggi.


Batik sendiri di Riau mulai dikenal dan menjadi budaya pada Zaman Kerajaan Melayu Kuno, yaitu Kerajaan Daik LIngga pada tahun 1824 – 1911 Masehi. Batik di zaman Lingga ini tidak menggunakan lilin sebagai perintang warna, melainkan pewarna perak dan kuning yang dicap pada bahan kain menggunakan perunggu yang bercorak khas melayu, dan kain yang digunakan untuk membatik adalah kain halus seperti sutra. Batik Riau cenderung menggunakan kombinasi warna-warna cerah, corak dan motif batik Riau yang diproduksi sebagian besar bertema tumbuh-tumbuhan. Berpijak dari dari hal tersebut diatas, maka diciptakan batik Cap dan Batik Tulis yang disebut Batik Seroja Danau Raja (Seroja Dara).


Dengan maksud untuk menambah koleksi motif batik dari Riau serta membangkitkan kembali dan mengembangkan khasanah batik yang pernah ada di Provinsi Riau.

Bedasarkan dari keinginan tersebut, maka pada tanggal 10 September 2018 Karya Batik Seroja DaRa di ajukan ke Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia sebagai hasil karya cipta dan selanjutnya mendapat mengakuan dengan terbitnya Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nomor permohonan EC00201845072.

Motif Batik Seroja Dara yang unik dan khas diadopsi dari keindahan tanaman Bunga Seroja yang yang juga sangat terkenal dengan lagunya yang berjudul Seroja, banyak tumbuh di Kabupaten Indragiri Hulu di sebuah Danau yang bernama Danau Raja. Pemilihan motif ini mengacu pada filosofi dari bunga Seroja yang banyak tumbuh di perairan yang berlumpur, akan tetapi menghasilkan bunga yang indah dan mempesona serta kokoh, Jadilah hidup seperti bunga Seroja, walaupun tumbuh ditempat yang kotor sekalipun akan tetap dapat mempertahankan kekuatan, keindahannya dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Batik Seroja DaRa yang dikenalkan sebagai batik Riau modern diproduksi saat ini adalah kain batik cap dan batik tulis, dengan berbagai warna dan kombinasi motif bunga Seroja serta daunnya yang menarik seperti warna biru, merah, hijau, kuning, hitam, dan coklat.


Penggunaan bahan kain saat ini dari bahan katun dan dobby, ketika dipakai tidak panas dan juga menyerap keringat, sangat cocok untuk dibuat pakaian gaun, ready to wear seperti blus, kemeja,outer dan lainnya, dan jika dipakai sebagai kain akan terlihat menarik, unik dan elegan. Ke depannya diharapkan Batik Seroja Dara sebagai Batik Motif Riau Modern Kontemporer akan menjadi salah satu ikon budaya dari Riau sebagai bentuk pelestarian terhadap nilai-nilai budaya, dan dapat membanggakan masyarakat Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) bermuatan kearifan lokal.

7 views0 comments

Contact:

ig.png

@nzcraft.official

ig.png

@nizwabyekotjandra

ig.png

@batikserojadara